Jumat, 08 Januari 2010

dunia pendidikan perlu di dukung industri kreatif

Kekayaan budaya dan kemajuan teknologi saat ini merupakan basis bagi perkembangan industri kreatif, untuk itulah dunia pendidikan Indonesia perlu menambah dukungannya bagi perjalanan industri tersebut ke depan.

Hal tersebut diutarakan oleh Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek (Deputi PPI) Idwan Suhardi dalam jumpa pers Pameran Pekan Produksi Kreatif Indonesia kreatif bisa terus tumbuh, kami melakukan ini memang untuk merangsang kemajuan para pelaku industri kreatif," ujar Idwan.

Bersama Departemen Pendidikan Nasional, misalnya, Ristek saling bersinergi baik dari sisi pemberian fasilitas maupun pemberian insentif.

"Insentif tersebut sebesar Rp 50 juta per paket yang setahun bisa mencapai 10 sampai 20 paket, semisal untuk penelitian dan riset, serta pengkajian-pengkajian teknologi," ujarnya.

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2009/06/26/14055985/dunia.pendidikan.perlu.dukung.industri.kreatif.

masalah pendidikan indonesia

Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa, dan bernegara di dalam negeri dan isu-isu mutakhir dari luar negeri yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia merupakan hal-hal yang harus segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum baru pada setiap jenjang pendidikan.

Beberapa hal yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum baru antara lain:
Adanya peraturan penundang-undangan yang baru telah membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah antara lain pembaharuan dan divensifikasi kurikulum, serta pembagian kewenangan pengembangan kurikulum.
Perkembangan dan perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan yang datang begitu cepat telah menjadi tantangan nasional dan menuntut perhatian segera dan serius.
Kondisi masa sekarang dan kecenderungan di masa yang akan datang perlu dipersiapkan generasi muda termasuk peserta didik yang memiliki kompetensi yang multidimensional.
Pengembangan kurikulum harus dapat mengantisipasi persoalan-persoal-an yang mempunyai kemungkinan besar sudah dan/atau akan terjadi.

Kurikulum yang dibutuhkan di masa depan adalah kurikulum yang mampu memberikan keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidakmenentuan, ketidakpastian, dan kesulitan dalam kehidupan. Oleh karena itu kurikulum secara berkelanjutan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Penyempurnaan kurikulum dilakukan secara responsif terhadap penerapan hak asasi manusia, kehidupan demokratis, persatuan dan kesatuan, kepastian hukum, kehidupan beragama dan ketahanan budaya, pembangunan daerah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, serta pengelolaan lingkungan.

Kurikukulum Berbasis Kompetensi ini sebenarnya memiliki justifikasi didaktis pedagogis yang kuat untuk menggantikan Kurikulum 1994, karena pendidikan dengan kurikulum 1994 ternyata tidak melahirkan unjuk kerja siswa secara bermakna. Siswa banyak tahu informasi, tetapi tidak bermakna bagi kehidupannya.


http://sim.ormawa.uns.ac.id/2009/01/05/masalah-pendidikan-di-indonesia/

Senin, 04 Januari 2010

keburukan organisasi fungsional

Organisasi fungsional adalah bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Setiap kepala dari satuan mempunyai kekuasaan untuk memerintah dan mengawasi semua pejabat bawahan sepanjang mengenai bidangnya.

Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Pembagian kerja didasarkan pada “spesialisasi” yang sangat mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas/pekerjaan sesuai dengan spesialisasinya. F. W. Taylor yang menciptakan organisasi fungsional ini.

Kebaikan dan Keburukan organisasi staff dan Lini/Garis adalah:

a. Kebaikan
1. Adanya pembagian tugas yang jelas
2. Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
3. Pengembangan bakat segenap anggota terjamin
4. Staffing dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place
5. Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan

b. Keburukan
1. Tugas pokok orang-orang sering di nomor dua kan .
2. Proses decesion making berliku-liku
3. Jiks pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoil system patronage
4. Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat yang lainnya

Minggu, 29 November 2009

KONFLIK SOSIAL

konflik sosial biasa nya terjadi karena kesenjangan sosial dan perbedaan kedudukan,jabatan,harta maupun pendidikan maupun di sebabkan oleh individu itu sendiri. Macam-macam konflik sosial dapat berupa pengangguran,kekerasan,dan perbuatan asusila dan yng lainnya. Penduduk indonesia yang semakin berkembang menjadikan dirinya bersaing untuk memenuhi kebutuhannya. Pemerintah berupaya menyelesaikan konflik sosial ini tapi konflik ini bisa selesai dengan perdamaian. Cara penyelesaian konflik ini dapat kita lakukan dengan cara saling menghormati dan menghargai satu sama lain dan bersikap toleransi. Dengan adanya perdamaian konflik sosial tidak akan terjadi dan suasana lingkungan sosial akan nyaman dan damai.

KONFLIK SOSIAL

KONFLIK ANTARA MALAYSIA DAN INDONESIA

Indonesia dan malaysia merupakan Negara tetangga yang mempunyai rumpun yang sama. Indonesia mempunyai banyak kebudayaan dan bahasa yang beranekaragam karena penduduk Indonesia yang sangat banyak sedangkan Malaysia lebih sedikit kebudayaan dan bahasa nya karena penduduk dan wilayah nya lebih kecil. Karena perbedaan yang begitu besar antara kedua Negara tersebut Malaysia merasa perlu memiliki kebudayaan yang banyak dengan mengambil kebudayaan tetangga nya sendiri yaitu Negara Indonesia. Awal konflik ini terjadi karena perebutan pulau dan sudah banyak pulau Indonesia yang sudah di ambil oleh Negara Malaysia dan selanjutnya Malaysia terus-menerus mengambil apa yang di miliki oleh Indonesia. Bangsa Indonesia merasa marah dan kecewa kepada Negara Malaysia karena telah mengakui batik,tari pendet,angklung dan banyak yang lain nya yang di akui oleh Malaysia. Oleh karena itu untuk menyelesaikan konflik ini Indonesia harus mendaftarkan budaya Indonesia menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO dan Indonesia harus lebih giat mempromosikan kebudayaan dan melestarikan kebudayaan nya sendiri dan selanjutnya membuat perjanjian dengan Malaysia untuk tidak melakukan hal tersebut.

DINAMIKA ORGANISASI

DINAMIKA ORGANISASI

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa yunani yang berarti alat. Jadi organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan / berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan,koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah di tentukan. Organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama,dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki.

Sebuah organisasi harus memiliki tiga unsur dasar yaitu :

  1. Orang-orang(sekumpulan orang),
  2. Kerjasama,
  3. Tujuan yang ingin di capai,

Di dalam sebuah organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika di mana menuntut perhatian pengurus dan anggota nya yang di sebut dengan dinamika organisasi. Adapun empat alasan utama adanya dinamika organisasi:

1. Adanya pekerjaan memerlukan pengorganisasian

2. Hasil-hasil yang tak terpisahkan dari personal

3. Pertimbangan ekonomis,pertumbuhan dan ketegangan

4. Perubahan teknologi

Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagi hasil adanya masalah-masalah komunikasi,hubungan pribadi,atau struktur organisasi. Arti konflik banyak di kacaukan dengan banyaknya definisi dan konsepsi yang saling berbeda. Pada hakekatnya konflik dapat di definisikan sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak.

Konflik organisasi adalah ketidaksesuain antar dua atau lebih anggota-anggota atau sekelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya-sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja.

Jenis-jenis konflik ada lima jenis yaitu:

1. Konflik dalam diri individu

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama

3. Konflik antar individu dan kelompok

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama

5. Konflik antar organisasi

Dan sebab-sebab timbulnya konflik katena adanya aspirasi yang tidak di tampung,saling ketergantungan tugas,ketergantungan satu arah,ketidakpuasan,perasaan ketidakadilan,distorsi komunikasi,tidak ada pedoman,aturan yang jelas,dan kurangnya transparan dalam beberapa hal.

Cara pengendalian konflik di antaranya harus adanya komunikasi dua arah yang terbuka,harus sering mengadakan musyawarah,memberi keadilan pada semua bagian,transparan dalam semua hal,adanya pedoman yang jelas,adanya aturan yang jelas dan semua aspirasi di anggap penting dan di komunikasikan.