Kamis, 26 Mei 2011

PI ku

BAB I
PENDAHULUAN



1. 1. Latar Belakang Masalah
Saat ini perkembangan teknologi pada era globalisasi sangatlah pesat. Hal ini menyebabkan manusia selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Setiap individu mempunyai berbagai macam cara untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, baik itu dari membaca buku, koran ataupun media informasi lainnya. Namun demikian pada umumnya manusia mencari informasi dari media yang paling mudah untuk dipahami dan menarik untuk dilihatnya.

Komputer sebagai salah satu hasil perkembangan teknologi, dapat menjadi suatu unsur penting pada kehidupan manusia modern saat ini. Banyak informasi yang didapatkan dengan mudah melalui media komputer. Informasi tersebut biasanya disajikan dalam bentuk multimedia. Salah satu contohnya menyampaikan informasi tentang tata surya kepada siswa sekolah dasar, yaitu dengan aplikasi flash karena fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh apliksi ini sangatlah menarik, sebagai contoh gambar yang ditampilkan dapat bergerak, bersuara, dan disertai musik, ini tentunya lebih menarik jika dibandingkan dengan menggunakan buku atau papan tulis sebagai media pembelajaran, hal ini membuat proses belajar menjadi sangat menyenangkan dan yang terpenting tidak membosankan serta membuat siswa tersebut menjadi nyaman dan tidak asing dalam dunia teknologi.

Pengenalan sistem tata surya pada siswa sekolah dasar diperoleh dari buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, buku-buku tersebut telah membahas sistem tata surya secara lengkap. Namun, informasi yang terdapat dalam buku-buku tersebut disampaikan dengan metode penyampaian yang kurang menarik. Informasi serupa bisa diperoleh dari situs-situs yang membahas lebih rinci mengenai sistem tata surya dengan menggunakan pendekatan visual. Tetapi pada umumnya, situs-situs tersebut menggunakan bahasa Inggris dan kurang tepat untuk siswa sekolah dasar yang kurang fasih berbahasa Inggris.

Untuk itu penulis menggunakan metode pengenalan sistem tata surya yang menarik dengan menggunakan pendekatan visual dan menggunakan bahasa Indonesia disertai membuat visualisasi sistem tata surya berbasis web yang dilengkapi kuis berupa pertanyaan-pertanyaan singkat sehingga tanpa disadari, pengetahuan yang didapat dari visualisasi tersebut dievaluasi kembali.

Berdasarkan alasan-alasan diatas, maka dalam penulisan ilmiah ini penulis menggambil tema mengenai “Aplikasi Pembelajaran Interaktif pengenalan tata surya untuk siswa sekolah dasar dengan menggunakan Macromedia Flash, PHP dan MySQL”

1. 2. Ruang Lingkup Masalah
Dalam Tulisan ilmiah ini membahas pembuatan visualisasi sebagian sistem tata surya berupa matahari dan planet-planet yang mengelilinginya untuk siswa sekolah dasar dengan menggunakan software Macromedia Flash PHP dan MySQL untuk mengolah dan menampilkan pertanyaan secara acak.

1. 3. Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk membuat visualisasi sistem tata surya yang dapat membantu siswa sekolah dasar untuk mengenal sistem tata surya dan tetap mengingatnya untuk jangka waktu yang panjang.

1. 4 Metode Penulisan
Bahan dan informasi yang diperlukan pada penelitian ini didapatkan melalui :
1. Studi pustaka
Dalam tahap ini merupakan mengumpulkan data yang di dapat dari berbagai referensi dan buku-buku mengenai sistem tata surya, Macromedia Flash PHP dan MySQL, juga melalui situs-situs yang membahas sistem tata surya, PHP dan MySQL.
2. Studi lapangan
Studi lapangan ini merupakan mengumpulkan data yang di dapat dari lokasi secara langsung yaitu sekolah dasar yang mempelajari tata surya.

1. 5. Sistematika Penulisan
Penulisan ini terbagi dalam empat bab dengan sistematika sebagai berikut :

Bab I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah , batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

Bab II : LANDASAN TEORI
Bab ini menerangkan tentang teori – teori yang berhubungan dengan tulisan ilmiah ini yaitu tentang tata surya yang di dalamnya tedapat matahari dan planet – planet yang mengelilinginya, serta penjelasan software yang digunakan, yaitu Macromedia Flash PHP dan MySQL.

Bab III : PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan langkah-langkah pembuatan visualisasi sistem tata surya. Dan dalam bab ini di kemukakan tentang pembahasan yang berkaitan dengan langkah – langkah pembuatan dan tampilan pembelajaran tata surya serta dijelaskan cara penggunaannya.

BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang sudah dibahas di bab – bab sebelumnya untuk pengembangan selanjutnya.

Selasa, 17 Mei 2011

Penalaran Deduksi atau Deduktif secara langsung

a. Semua S adalah P

Sebagian S adalah P

Contoh :

- Semua ular adalah berbisa

Sebagian ular adalah berbisa

- Semua pisang adalah manis

Sebagian pisang adalah manis

b. Tidak satupun S adalah P

Tidak satupun P adalah S

Contoh:

- Tidak satupun es adalah panas

Tidak satupun panas adalah es

- Tidak satupun api adalah dingin

Tidak satupun dingin adalah api

c. Semua S adalah P

Tidak satupun S adalah tak P

Contoh:

- Semua gula adalah manis

Tidak satupun gula adalah tak manis

- Semua api adalah panah

Tidak satupun api adalah tak panas

d. Tidak satupun S adalah P

Semua S adalah tak P

Contoh:

- Tidak satupun api adalah dingin

Semua api adalah tak dingin

- Tidak satupun es adalah panas

Semua es adalah tak panas

e. Semua S adalah P

Tak satupun S adalah tak P

Tidak satupun tak P adalah S

Contoh:

- Semua gula adalah manis

Tidak satupun gula adalah tak manis

Tidak satupun tak manis adalah gula

- Semua api adalah panas

Tidak satupun api adalah tak panas

Tidak satupun tak panas adalah api

Penalaran Deduksi atau Deduktif secara tidak langsung

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Terdapat 4 macam silogisme dalam penalaran deduktif, yaitu :

a. Silogisme kategorial

Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:

Premis umum : Premis Mayor (My)

Premis khusus : Premis Minor (Mn)

Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Contoh silogisme Kategorial:

My : Semua pelajar SMP adalah lulusan SD

Mn : Badu adalah pelajar SMP

K : Badu lulusan SD

My : Tidak ada wanita yang suka dibohongi

Mn : Ana adalah wanita

K : Ana tidak suka dibohongi

My : Semua mahasiswa mempunyai ijazah SMA

Mn : Nadira tidak memiliki ijazah SMA

K : Nadira bukan mahasiswa

b. Silogisme hipotesis

Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, bila simpulannya juga menolak berarti konsekuen.

Contoh :

1. My : Jika tidak ada air, manusia akan mati kehausan.

2. Mn : Air tidak ada.

3. K : Jadi, manusia akan mati kehausan.

1. My : Jika tidak ada uang, barang tak bisa dibeli.

2. Mn : Barang tak bisa dibeli.

3. K : Tidak ada uang.

c. Silogisme alternatif

Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :

My : Nenek Acem berada di Jakarta atau Medan.

Mn : Nenek Acem berada di Jakarta.

K : Jadi, Nenek Acem tidak berada di Medan.

My : Dadang berbelok ke kanan atau ke kiri

Mn : Dadang tidak berbelok ke kanan.

K : Jadi, Dadang berbelok ke kiri

d. Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh Entimen :

1. Dia menerima ciuman pertama kali karena dia telah berpacaran.

2. Anda telah menerima ciuman saat berpacaran, karena itu anda berciuman.

Senin, 16 Mei 2011

Penalaran induksi atau induktif

Penalaran Induktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya khusus menuju pernyataan/simpulan umum. Penalaran Induktif meliputi :

1. Penalaran Induktif (Generalisasi)

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik simpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati tersebuT.

Contoh :
Pemerintah mulai membuka banyak lapangan kerja sampai ke pelosok-pelosok daerah. Berbagai sarana kesehatan seperti puskesmas turut didirikan. Menyediakan fasilitas pendidikan/sekolah-sekolah baru di setiap desa. Begitu juga pembangunan rumah ibadah diperbanyak dengan juga dibantu oleh anggaran pemerintah. Tindakan- tindakan tersebut memang menjadi keharusan bagi pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf hidup kesejahtertaan rakyat.“

2. Penalaran Induktif (Hipotesa dan Teori)

Hipotese (hypo“di bawah“, tithenai“menempatkan“) adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penentu dalam peneliti fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain secara lebih lanjut. Sebaliknya teori sebenarnya merupakan hipotese yang secara relatif lebih kuat sifatnya bila dibandingkan dengan hipotese.

Contoh :
Tanzi & Davoodi (1998) membuktikan bahwa dampak korupsi pada pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan melalui empat hipotesis (semua dalam kondisi ceteris paribus):

1. Hipotesis pertama: tingginya tingkat korupsi memiliki hubungan dengan tingginya investasi publik. Politisi yang korup akan meningkatkan anggaran untuk investasi publik. Sayangnya mereka melakukan itu bukan untuk memenuhi kepentingan publik, melainkan demi mencari kesempatan mengambil keuntungan dari proyek-proyek investasi tersebut. Oleh karena itu, walau dapat meningkatkan investasi publik, korupsi akan menurunkan produktivitas investasi publik tersebut. Dengan jalan ini korupsi dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi.
2. Hipotesis kedua: tingginya tingkat korupsi berhubungan dengan rendahnya penerimaan negara. Hal ini terjadi bila korupsi berkontribusi pada penggelapan pajak, pembebasan pajak yang tidak sesuai aturan yang berlaku, dan lemahnya administrasi pajak. Akibatnya adalah penerimaan negara menjadi rendah dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.
3. Hipotesis ketiga: tingginya tingkat korupsi berhubungan dengan rendahnya pengeluaran pemerintah untuk operasional dan maintenance. Seperti yang diuraikan pada hipotesis pertama, politisi yang korup akan memperjuangkan proyek-proyek investasi publik yang baru. Namun, karena yang diperjuangkan hanya proyek-proyek yang baru (demi mendapat kesempatan mencari keuntungan demi kepentingan pribadi) maka proyek-proyek lama yang sudah berjalan menjadi terbengkalai. Sebagai akibatnya pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.
4. Hipotesis keempat: tingginya tingkat korupsi berhubungan dengan kualitas investasi publik. Masih seperti yang terdapat dalam hipotesis pertama, bahwa dengan adanya niat politisi untuk korupsi maka investasi publik akan meningkat, namun perlu digarisbawahi bahwa yang meningkat adalah kuantitasnya, bukan kualitas. Politisi yang korup hanya peduli pada apa-apa yang mudah dilihat, bahwa telah berdiri proyek-proyek publik yang baru, akan tetapi bukan pada kualitasnya. Sebagai contoh adalah pada proyek pembangunan jalan yang dana pembangunannya telah dikorupsi. Jalan-jalan tersebut akan dibangun secara tidak memenuhi persyaratan jalan yang baik. Infrastruktur yang buruk akan menurunkan produktivitas yang berakibat pada rendahnya pertumbuhan ekonomi.

* Sumber artikel : http://www.blogekonomi.com/2011/01/dampak-korupsi-pada-pertumbuhan-ekonomi.html
*Dari Judul : Dampak Korupsi pada Pertumbuhan Ekonomi

3. Penalaran Induktif (Analogi Induktif)

Analogi merupakan proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, kemudian ditarik kesimpulannya.

Contoh :
Pernyataan Dipo tersebut sangat melecehkan dan melukai insan Pers, yang seakan-akan Pers dan media massa bisa dibeli dan diatur oleh kekuasan. Pers dan media massa tidak boleh menjadi corong atau alat propaganda pemerintah dalam kondisi seperti apa pun. Keberadaan pers harus menjadi penyampai informasi kepada publik, sesuai pemahaman yang diyakininya agar pemahaman itu bisa menjadi pemahaman publik. Dalam kondisi seperti itu, siapa saja termasuk pemerintah tidak mempunyai kapabilitas untuk menetapkan media massa atau pers dalam posisi sebagai teman (friends) atau musuh (foes).

Menurut Max Sopacua Ketua Partai Demokrat pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang akan memboikot media massa yang kritis, adalah pernyataan pribadi Dipo. Pernyataan itu bukan sikap keseluruhan pemerintahan, termasuk partai berkuasa. Max menilai pers adalah bagian integral dari bangsa ini dalam berdemokrasi.
“Tapi pada dasarnya Partai Demokrat tidak serta-merta lalu ikut memboikot. Karena itu sebagai pernyataan dari beliau (Dipo). Karena kami mengetahui juga pers bagian integral dari bangsa ini untuk komunikasi dan menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat,” jelas Max di sela-sela Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR/MPR Senayan, di Jakarta, Selasa, 22/2/2011.

Ancaman Dipo Alam untuk memboikot media massa yang dinilai selalu mengritik pemerintahan, juga terus disayangkan sejumlah kalangan. Pernyataan Dipo itu justru hanya menunjukkan kebodohan yang bersangkutan (Dipo) dan pemerintah.

Menanggapi pernyataan Dipo itu, Cendekiawan muslim Syafi`i Ma`arif menilai pernyataan Dipo itu menunjukkan Dipo sebagai mental budak. Menurut dia, itu tidak perlu ditanggapi.

Demikian juga halnya Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan yang kini menjabat Ketua Dewan Pers menilai sikap Dipo itu tidak boleh dikembangkan. Harus dihentikan. Alasannya, Dipo memosisikana pers atau wartawan sebagai ancaman bagi negara.(OTL/tim-lpd)

* Sumber artikel : http://lpd-blitarraya.com/index.php/hukum/item/98-boikot?tmpl=component&print=1
* Dari Judul : Memboikot Media, Sama Halnya dengan Memboikot Rakyat

4. Penalaran Induktif (Hubungan Kausalitas)

Hubungan Kausal merupakan proses penalaran yang dimulai dengan menggunakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada simpulan yang merupakan yang merupakan akibat atau sebaliknya.

* Contoh Akibat-Sebab
Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting untuk meningkatkan daya saing usaha Indonesia di sektor kesehatan. Hal ini tidak ringan karena peningkatan mutu tersebut bukan hanya untuk rumah sakit saja tetapi berlaku untuk semua tingkatan pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas Pembantu dan Puskesmas, baik di fasilitas pemerintahan maupun swasta (Ahmad Djojosugitjo, 2001).

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa masyarakat pengguna pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta semakin menuntut pelayanan yang bermutu. Tak dapat dipungkiri bahwa kini pasien semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan dan menuntut keamanannya (Sulastomo, 2005).

Berbagai fakta menunjukkan adanya masalah serius dalam mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena belum adanya sistem pengendali mutu yang terbaik yang dapat diterapkan. Pemahaman secara lebih mendalam tentang good governance merupakan salah satu upaya terhadap perwujudan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu (Laksono, 2005).

Upaya peningkatan mutu adalah aksioma yang lemah capaian individunya, pada umumnya mencerminkan kegagalan sistem atau ketidakmampuan dari suatu organisasi memandang dan mengimprovisasikan sistem jaminan mutu. Gagasan peningkatan kualitas mutu merupakan tantangan di dalam suatu organisasi pelayanan kesehatan (Sulastomo, 2006).

* Sumber artikel : http://blogjoeharno.blogspot.com/2008_03_01_archive.html
* Dari Judul : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

* Contoh Sebab-Akibat
Proses perubahan tataguna lahan dapat diikuti dengan membandingkan peta tatauna lahan dari berbagai tahun. Dapat juga dengan membandingkan potret udara dan citra satelit dari bebagai tahun. Dari perbandingan itu dapat dilihat bertambahnya jumlah desa, bertambahnya luas daerah pemukiman dan berkurangnya luas daerah pertanian dan hutan. Dengan cara ini dapat diketahui, bahwa, misalnya, hutan di DAS Citarum hulu di Jawa Barat telah menyusut dengan kira-kira 30% dalam tahun 1960-an. Di Jawa Barat, hutan dataran rendah praktis telah habis. Hutan bakau juga sudah banyak berkurang. Yang relatif masih banyak hutan ialah di pegunungan di atas 1.500 m.

Di daerah perladangan berpindah kenaikan kepadatan penduduk juga meningkatkan tekanan penduduk terhadap lahan karena naiknya kebutuhan akan pangan. Akibatnya ialah diperpendeknya masa istirahat lahan. Misalnya, masa istirahat semula 25 tahun. Dalam masa istirahat yang panjang ini hutan mempunyai cukup waktu untuk pulih lagi. Di lantai hutan terbentuk lapisan seresah cukup tebal. Hutan sekunder ini, apabila dibuka untuk perladangan, dapat memberikan hasil yang baik. Dengan makin naiknya kepadatan penduduk, masa istirahat akan makin pendek yang berarti periosde untuk tumbuhnya kembali hutan juga makin pendek. Dengan demikian hutan yang terbentuk makin buruk, sampai akhirnya hutan tidak dapat lagi terbentuk kembali. Paling-paling hanya semak belukar saja, atau bahkan sama sekali tidak ada hutan lagi.

Dari judul : Kerusakan lingkungan pedesaan

5. Penalaran Induktif (Metode Eksposisi)

Metode Eksposisi dapat diartikan sebagai pembahasan fakta-fakta yang diajukan secukupnya untuk mengadakan konkritisasi atas inti persoalan yang dikemukakan, sehingga para pembaca mengetahui bukan hanya persoalannya tetapi juga beberapa landasan (teori) yang menunjang inti persoalan.

Contoh :
Dalam kesempatan itu Pandu menunjukan kinerja keuangan BUMN yang meningkat setelah melakukan IPO. Mengutip hasil pengujian ‘Wilcoxon signed-rank test’ ia menunjukan peningkatan penjualan riil rata-rata sebesar 142,56 persen.

Selain itu rata-rata laba bersih juga meningkat dengan melihat tingkat return on sales (ROS) dari 9,15 persen sebelum IPO menjadi 24,66 persen setelah IPO. Tingkat return on equity juga naik dari 11,5 persen menjadi 22,32 persen.

ROS merupakan rasio yang biasa digunakan untuk menghitung efisiensi operasional perusahaan atau juga dikenal sebagai margin laba operasi perusahaan. Sedangkan return on equity adalah rasio jumlah pendapatan bersih terhadap equity pemegang saham atau dengan kata lain berapa profit yang telah dihasilkan perusahaan dari uang yang telah diinvestasikan oleh pemegang saham.

Sementara rata-rata debt to equity ratio (rasio utang terhadap modal) juga semakin membaik dari 414,44 persen menjadi 203,77 persen setelah IPO, dari rata-rata modal 4,31 triliun menjadi 10,66 triliun setelah diprivatisasi.

* Sumber artikel : http://www.antaranews.com/berita/250323/ipo-sejahterakan-karyawan-bumn
* Dari Judul : IPO Sejahterakan Karyawan BUMN

Rabu, 09 Maret 2011

Manfaat Komputer Bagi Pendidikan Anak

Pada awalnya komputer di titik beratkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya.
Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 – 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 – 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.
Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.
Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).
Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi “Teleconference” (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis.
Sumber : http://www.e-smartschool.com
KETERANGAN
* Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji = Penalaran
* interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah = Argumentasi
*pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 – 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 – 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis = Penalaran
* Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan) = Argumentasi
* Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download) = Penalaran
* Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi “Teleconference” (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan = Argumentasi

Sejarah Perkembangan Komputer

Mesin-mesin abstrak yang di hipotesakan oleh para ahli metematika di awal tahun 1900-an merupakan salah satu bagian penting dari silsilah keluarga komputer-komputer masa kini. Cabang-cabang lain dari silsilah tersebut berakar jauh kemasa sebelumnya. Memang, pencarian mesin-mesin yang dapat melaksanakan pekerjaan-pekerjaan algoritmik memiliki sejarah.
Salah satu alat hitung (komputer = alat hitung ) yang paling awal ditemukan adalah sempoa (abacus). Sejarahnya dapat diacak hingga sejauh masa-masa peradaban Yunani dan Romawi Kuno. Mesin ini sangat sederhana tersusun atas butir-butir kelereng yang ditempatkan pada beberapa batang tongkat yang pada gilirannya ditancapkan pada sebuah bingkai berbentuk persegi empat. Dengan berpindahnya butir-butir kelereng tersebut mewakili niali-nilai yang tersimpan. Pada posisi butir-butir kelereng inilah "komputer" mempresentasikan dan menyimpan data. Untuk mengontrol eksekusi algoritma, mesin ini mengandalkan operator manusia. Oleh karenanya, sempoa merupakan sebuah sistem penyimpanan data; sistem ini harus dikombinasikan dengan manusia untuk membentuk sebuah mesin yang lengkap.
Beberapa tahun yang lalu, desain mesin-mesin komputer didasarkan pada teknik mekanik. salah satu penemunya adalah Blaise Pascal (1623 - 1662) dari Prancis, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 - 1716) dari Jerman dan Charles Babbage (1792 - 1871) dari Inggris. Mesin-mesin ini mempresentasikan data melalui posisi dudukan roda gigi, dengan data dimasukkan secara mekanis untuk mengubah posisi roda-roda gigi. Output dari mesin Pascal dan Leibniz diperoleh dengan cara mengamati posisi dari roda-roda gigi sebagai mana kita membaca angka-angka pada odometer mobil. Babbage, dilain pihak memiliki visi tentang sebuah mesin (yang disebut mesin analisis) yang dapat mencetak nilai-nilai output pada kertas sehingga memungkinkan kesalahan.
Sedangkan mengenai kemampuan mengikuti algoritma, kita dapat melihat suatu kemajuan dari segi fleksibilitas pada mesin-mesin ini. Mesin Pascal dibangun hanya untuk mengikuti algoritma penjumlahan. Akibanya, urutan langkah yang sesuai telah ditempatkan secara menyatu didalam mesin itu sendiri. Dengan cara yang sama, mesin Leibniz juga memuat algoritma yang menyatu dengan arsitekturnya, walaupun mesin tersebut memiliki beragam kemampuan operasi aritmatika yang dapat dipilih oleh sang operator. Mesin selisih Babbage (yang hanya dibuat model demonstrasinya) dapat dimodifikasi untuk melaksanakan berbagai macam perhitungan namun mesin Analisis-nya (yang untuknya ia tidak pernah mendapatkan dana pembuatan) darancang untuk membaca instruksi-instruksi dalam bentuk lubang-lubang pada kartu yang terbuat dari kertas. Oleh karena itu, Mesin Analisis Babbage dapat di program. Memang, pendukung terbesarnya, Augusta Ada byron sering kali dianggap sebagai programer pertama didunia.


KETERANGAN
* Mesin-mesin abstrak yang di hipotesakan oleh para ahli metematika di awal tahun 1900-an merupakan salah satu bagian penting dari silsilah keluarga komputer-komputer masa kini = Penalaran
* Salah satu alat hitung (komputer = alat hitung ) yang paling awal ditemukan adalah sempoa (abacus)= Argumentasi
*Beberapa tahun yang lalu, desain mesin-mesin komputer didasarkan pada teknik mekanik. salah satu penemunya adalah Blaise Pascal (1623 - 1662) dari Prancis, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 - 1716) dari Jerman dan Charles Babbage (1792 - 1871) dari Inggris = Penalaran
* Mesin Pascal dibangun hanya untuk mengikuti algoritma penjumlahan. Akibanya, urutan langkah yang sesuai telah ditempatkan secara menyatu didalam mesin itu sendiri = Argumentasi
* Mesin selisih Babbage (yang hanya dibuat model demonstrasinya) dapat dimodifikasi untuk melaksanakan berbagai macam perhitungan = Argumentasi

Sejarah Internet

Awal Internet Indonesia
Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Internet Service Provider Indonesia
Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.
Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve
Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.

KETERANGAN
* Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988 = Penalaran
* Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di bulan November 1990 = Penalaran
* Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet = Argumentasi
*Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri = Penalaran
*Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi = Argumentasi
*Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta = Penalaran