Senin, 11 Januari 2010

konflik di indonesia

Di Indonesia, di dalam masyarakat di seluruh Kepulauan Nusantara yang
dikatakan "berbhineka tunggal ika", namun yang kenyataannya
heterogin,
sekarang ini terdapat berbagai konflik atau kontradiksi atau
pertentangan
(seterusnya saya pakai terminalogi "konf lik" saja). Konflik itu ada
yang
tajam, ada yang tidak tajam. Ada yang kompleks atau rumit, ada pula
yang
sederhana. Ada yang mudah untuk diselesaikan, ada yang sangat sulit
dicari
sumbernya, sehingga memerlukan pemikiran yang arif-bijaksana untuk
menanga
ninya.

Kita akui atau tidak, konflik itu sudah jadi pampangan di depan kasat
mata
kita. Yang soal, konflik apa saja? Konflik antara apa saja? Konflik
antara
siapa saja? Konflik macam mana saja? Dasar fundamental konflik itu
apa?
Konflik pokok dan segi pokok kon flik apa? Cara mengurus, mengatasi
dan
menyelesaikan konflik itu bagaimana?


Macam-macam konflik


Di dalam bingkai yang disebut "Negara Kesatuan Republik Indonesia"
terdapat pelbagai macam konflik. Konflik antara pusat dengan daerah.
Konflik antara permerintah pusat dengan daerah di luar Jawa. Konflik
antara pemerintah dengan rakyat. Konflik antara go longan berkuasa
dengan
yang dikuasai. Konflik antara partai berkuasa dengan partai yang
tidak
berkuasa. Konflik antara golongan eksekutif dengan golongan
legislatif.
Konflik antar etnis atau yang disebut "suku bangsa". Konflik antara
kaum
buruh dengan maj ikan. Konflik antara modal asing dengan modal dalam
negeri. Konflik antara kaum tani dengan tuan tanah. Konflik antara
kaum
nelayan dengan juragan atau pemilik perahu atau kapal penangkap ikan.
Konflik antara pedagang kaki lima dengan petugas "penertiban"
pasar. Konflik antara orang kaya dengan orang miskin. Konflik antara
polisi dengan tentara. Konflik antara Angkatan Darat dengan Angkatan
Laut
dan Angkatan Udara. Konflik antara kaum konservatif dengan golongan
progresif. Konflik antara yang mau membang un demokrasi dan reformasi
dengan yang menghambat dan menentangnya. Dan masih terdapat aneka
rupa
konflik lainnya di dalam masyarakat manusia dan alam Nusantara, yang
dapat
dirinci satu persatu.


Dasar konflik


Semua konflik itu ada karena ada dasar sosialnya. Dasar utamanya
adalah
ekonomi. Ekonomi merupakan dasar fundamental konflik-konflik itu.
Atas
dasar fundamental itu muncul ke permukaan konflik politik, konflik
hukum,
konflik sosial, konflik budaya, konfli k etnis, dan sebagainya.


Konflik antara pemerintah pusat dengan daerah secara politik,
ekonomi,
hukum, sosial, budaya adalah konflik antara sentralisasi dengan
desentralisasi. Tetapi dasarnya adalah konflik ekonomi. Karena daerah
tidak punya hak menentukan di bidang ekonomi, maka
menimbulkan berbagai konflik lainnya. Kekuatan ekonomi menentukan
segalanya. Kedudukan pusat sebagai majikan dan daerah sebagai kuli
atau
bahkan hamba sahaya saja. Tanpa mengangkangi secara rakus sumber-
sumber
daerah, pusat tidak punya sumsum dalam tula ngnya dan tak punya zat
perekat sendi-sendi tubuhnya.

sumber : ttp://osdir.com/ml/culture.region.indonesia.ppi-india/2005-01/msg00266.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar